Dalam perjalanan pulang ke Surabaya dari Kraksaan, rame-rame sama temen kantor, ada yang nyeletuk kalo Nasi Rawon Nguling (daerah Probolinggo) itu manteb nyuz buat makan siang. Tetapi karena tidak ada yang tahu daerah itu, Nguling terlewati tanpa Nasi Rawonnya.
Akhirnya makan siang sudah di deket-deket Sidoarjo. Rumah makannya kelihatan belum lama berdiri. Halamannya luas, nuansa bangunannya menebarkan selera untuk bersantai. Hal yang sama nampak dirasakan oleh yang lain, terbukti teman-teman pada menyapukan pandangan tanpa berkata-kata.
Ada yang menarik dalam hal "apa yang pertama seseorang sampaikan" setelah beberapa saat terdiam. Kami duduk melingkar, sebelah kiriku ada Ko Jum, sebelah kanan Mas Iwan, berlanjut dengan teman yg lain. Masih sambil melihat-lihat bagian atas ruangan, Ko Jum menyampaikan komentarnya: "Kalo punya uang, investasikan dalam bisnis seperti ini!".
Tidak lama kemudian Mas Iwan tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke depanku, bermaksud agar suaranya bisa didengar olehku juga oleh Ko Jum meski disampaikan dengan berbisik: "Heh! heh!, lihat!, karyawannya semok-semok!".
"Duasar!", semprotku kemudian sambil berlalu menuju kasir yang di mejanya berdiri lemari rokok dari Djarum Black. Sayang sekali tidak ada Djarum Black Menthol di dalamnya. Melihat kasirnya jadi inget yang dikatakan Mas Iwan. Hehehee.. bener jugak. Duasar! Tanda setuju tidak harus disampaikan.
Sayang sekali kasirnya menghindari bidikan kameraku.
Ada yang menarik dalam hal "apa yang pertama seseorang sampaikan" setelah beberapa saat terdiam. Kami duduk melingkar, sebelah kiriku ada Ko Jum, sebelah kanan Mas Iwan, berlanjut dengan teman yg lain. Masih sambil melihat-lihat bagian atas ruangan, Ko Jum menyampaikan komentarnya: "Kalo punya uang, investasikan dalam bisnis seperti ini!".
"Duasar!", semprotku kemudian sambil berlalu menuju kasir yang di mejanya berdiri lemari rokok dari Djarum Black. Sayang sekali tidak ada Djarum Black Menthol di dalamnya. Melihat kasirnya jadi inget yang dikatakan Mas Iwan. Hehehee.. bener jugak. Duasar! Tanda setuju tidak harus disampaikan.
Sayang sekali kasirnya menghindari bidikan kameraku.
No comments:
Post a Comment