Ngomongin tentang sesuatu yang luas jadi inget guyonan ini (gak papa ya rehat dikit, hehee):
Bedjo dan Untung ketemuan setelah keduanya pulang dari jalan-jalan liburan. Bedjo menceritakan sesuatu yang luar biasa yang dilihatnya dalam perjalanan.
Kata Bedjo, "Di sana itu, Tung, ada jajan onde-onde buuuueesar pokoknya. Lebih besar onde-onde ini ketimbang kubahnya masjid agung dah!"
Untung juga gak mau kalah, "Kalo aku, Djo, lihat wajan yang sebesar alon-alon depannya masjid agung itu. Pokoknya kalo wajan itu ditaruh di alon-alon, ngepress gak nyisa!"
Bedjo heran, "Terus, apaan yang mau digoreng dengan wajan segede itu?"
Untung: "Ya buat nggoreng onde-onde kamu itu!"
wkkkkkk...
Kembali ke masalah siku, heheee.. bisa menggunakan teori 345. Sebut saja 345 BLACK. Anggap saja kita akan membuat garis keliling persegi panjang (terserah dech mau dimisalin bikin pondasi untuk bengkel Autoblackthrough atau lapangan bulutangkis). Untuk membuat sudutnya siku-siku (90 derajat), kita cukup memastikan pada salah satu sudutnya saja. Ikuti langkah 345 Black berikut:
Pancangkan paku di titik A dan B yang keduanya berjarak tepat 3 meter. Ikatkan benang dengan kencang sehingga terbentuk garis AB.
Siapkan 2 benang panjang, ikatkan salah satu ujung benang pertama pada paku A, dan ikatkan salah satu ujung benang kedua pada paku B.
Ukur benang pertama dari paku A sepanjang 4m dan beri tanda dengan spidol.
Ukur benang kedua dari paku B sepanjang 5m dan beri tanda dengan spidol.
Tarik kedua benang sehingga kencang, pertemukan kedua tanda spidol tadi. Pertemuan ini adalah titik C. Maka sekarang sudah tentu sudut A adalah siku-siku.
Think Black Think Precision!
Bedjo dan Untung ketemuan setelah keduanya pulang dari jalan-jalan liburan. Bedjo menceritakan sesuatu yang luar biasa yang dilihatnya dalam perjalanan.
Kata Bedjo, "Di sana itu, Tung, ada jajan onde-onde buuuueesar pokoknya. Lebih besar onde-onde ini ketimbang kubahnya masjid agung dah!"
Untung juga gak mau kalah, "Kalo aku, Djo, lihat wajan yang sebesar alon-alon depannya masjid agung itu. Pokoknya kalo wajan itu ditaruh di alon-alon, ngepress gak nyisa!"
Bedjo heran, "Terus, apaan yang mau digoreng dengan wajan segede itu?"
Untung: "Ya buat nggoreng onde-onde kamu itu!"
wkkkkkk...
Kembali ke masalah siku, heheee.. bisa menggunakan teori 345. Sebut saja 345 BLACK. Anggap saja kita akan membuat garis keliling persegi panjang (terserah dech mau dimisalin bikin pondasi untuk bengkel Autoblackthrough atau lapangan bulutangkis). Untuk membuat sudutnya siku-siku (90 derajat), kita cukup memastikan pada salah satu sudutnya saja. Ikuti langkah 345 Black berikut:
Siapkan 2 benang panjang, ikatkan salah satu ujung benang pertama pada paku A, dan ikatkan salah satu ujung benang kedua pada paku B.
Ukur benang pertama dari paku A sepanjang 4m dan beri tanda dengan spidol.
Ukur benang kedua dari paku B sepanjang 5m dan beri tanda dengan spidol.
Tarik kedua benang sehingga kencang, pertemukan kedua tanda spidol tadi. Pertemuan ini adalah titik C. Maka sekarang sudah tentu sudut A adalah siku-siku.
Think Black Think Precision!
No comments:
Post a Comment