March 16, 2009

Kehabisan Ide? Cappucino Flavor Menjawab

Kehabisan ide untuk ngêBLACK*?. Bagi perokok atau bukan; bagi suami atau cowok yang sibuk menanggalkan aroma rokok di badan menjelang pulang ke rumah atau ketemuan sama kekasih; bagi BLACKêr* yang mulai kehabisan ide dan tidak ada sisa waktu untuk brainstorming... Djarum Black dengan cita rasa Cappucino alternatifnya. How?
Anda percaya dengan ungkapan ini: "Berlakulah seperti siapa Anda ingin menjadi"?

Pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga. Ungkapan ini mungkin karena, peristiwa yang merugikan sering ditutup oleh pelakunya dengan mengatakan, ".. yach, itung-itung buat pengalaman" . Harga dari kerugian inilah mungkin yang kemudian di tukar dengan pengalaman. Walau sebenarnya pengalaman ini tidak ada nilainya sepanjang pelaku tidak bisa memetiknya. Maka, lebih BLACK jika seseorang bisa memetik hal berharga dari pengalaman orang lain. Berikut pengalamanku...

Bagi penggemar setia BLACK, posting ini mungkin tidak memberikan apa-apa, karena penggemar BLACK pasti lebih tanpa batas dalam hal ide. Seminggu telah berlalu sejak aku melakukan registrasi Djarum Black Blog Competition, tetapi belum juga ada tanda-tanda lolos registrasi. Tidak ada email masuk, tidak juga blog ini ada nongol di sini.
Entahlah, mana gak ada ide untuk artikel, gak sebegitu akrab pula sama BLACK. Woalah, buntêt, dah.

Hari ini aku memulai hari dengan Djarum Black Cappucino Flavor. Ini adalah pertama kali aku merokoknya. ehm... aroma nyata Cappucino ketika membuka kemasannya. Terlebih ketika menyulutnya. Ternyata masih soft meskipun bercita rasa, seperti softnya Djarum Black Slimz.

Sebagai karyawan pabrikan bagian staff administrasi yang perokok, di ruang kerja tentu aku tidak boleh merokok (karena bukan bos, kali ya). Kalo tangan sudah di atas keyboard, wajah adu pandang sama monitor, hilang sudah jiwa tertelan rutinitas, melulu. Boro-boro brainstorming, ngêBLACK* aja tidak. Tetapi dengan Djarum Black Cappucino Flavor yang sudah berkurang dua batang, yang berada di saku depan baju (emang ada saku belakang untuk baju?), semerbaknya benar-benar... I was IMPRESSED! Tanpa harus menyulutnya, di saat kerja sedang berlangsung, aroma cita rasa Cappucino BLACK cukup untuk membuatku terjaga dengan ide.

Makanya, meski bukan perokok, coba dech, buka satu kemasan Djarum Black Cappucino Flavor dan taruh di saku depan baju. ehm... I was IMPRESSED!

Next, separoh waktu istirahat habis untuk melampiaskan penasaran, yakni ngêBLACK*. Maklum dong, hari pertama. Biasa kan kalo yang pertama menggebu-gebu. Setelah kembali ke meja kerja, meski di saku depan sudah tidak ada lagi Djarum Black Cappucino Flavor (soalnya habis buat rame-rame), aroma cappucino lebih kuat. Aku pastikan dengan membau baju lengan dan tangan (bagian yang bisa dijangkau hidung tentunya)... ehm... I was IMPRESSED!

Makanya, jika istri sering ngomel oleh bau rokok yang terbawa pulang, atau kekasih yang sewot, buatlah perubahan dengan BLACK bercita rasa cappucino. Biar untuk besok, sambutan istri atau kekasih akan menjadi: "Waduh, habis dari caffe, mas? ajak dong..!"

Jangan komplain sebelum mencoba!

*Istilah:
ngêBLACK = ngêblog ikutan Djarum Black Blog Competition, merokok Djarum BLACK.
BLACKêr = blogger peserta Djarum Black Blog Competition.

Salam BLACKer!

3 comments:

  1. wah bener bgd tuh pak...
    saya pribadi penggemar berat black cappucino..

    ReplyDelete

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More